AI Dorong Daya Saing Industri, Berpotensi Tambah USD140 Miliar ke Ekonomi Indonesia
JAKARTA, 3 JANUARI 2026 — Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kian menjadi faktor penentu daya saing industri nasional di tengah persaingan global. Teknologi ini diproyeksikan mampu menyumbang hingga USD140 miliar terhadap perekonomian Indonesia, seiring meningkatnya efisiensi, produktivitas, dan inovasi di berbagai sektor industri.
Namun, potensi besar tersebut hanya dapat diwujudkan apabila adopsi AI dilakukan secara terarah, aman, dan berkelanjutan. Tantangan kesiapan talenta, infrastruktur data, hingga tata kelola masih menjadi hambatan utama bagi banyak pelaku industri di Tanah Air.
Menjawab tantangan tersebut, DANA menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pemanfaatan AI sebagai penggerak ekonomi. Melalui dialog industri dan pemerintah yang difasilitasi dalam forum AI@Work Lab, disepakati bahwa AI bukan sekadar teknologi pendukung, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat posisi industri Indonesia di rantai nilai global.
CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, menilai bahwa AI dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru jika diimplementasikan dengan kerangka yang tepat.
“AI membuka peluang peningkatan daya saing industri melalui otomatisasi, pengambilan keputusan berbasis data, hingga perluasan akses layanan digital. Dengan kesiapan yang matang dan kolaborasi lintas sektor, manfaat AI dapat dirasakan tidak hanya oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh masyarakat luas,” ujarnya.
Dalam konteks ini, penguatan daya saing industri menuntut fokus pada tiga aspek utama, yakni pengembangan talenta digital, kesiapan infrastruktur dan data, serta kepastian kebijakan dan etika pemanfaatan teknologi.
Ketiga aspek tersebut dinilai krusial agar AI mampu mendorong produktivitas tanpa mengorbankan keamanan data dan kepercayaan publik.
DANA menilai, peningkatan daya saing industri berbasis AI juga akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional, sekaligus membuka peluang Indonesia menjadi pemain regional dalam ekonomi digital.
Upaya ini sejalan dengan Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional (AI Roadmap) yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dengan target menjadikan AI sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Sebagai bagian dari kontribusinya, DANA menghadirkan AI Enablement Playbook dan AI Enablement Checklist yang berfungsi sebagai instrumen pendukung bagi industri untuk memetakan kesiapan transformasi AI.
Meski demikian, esensi utamanya tetap pada bagaimana teknologi AI diimplementasikan untuk menciptakan keunggulan kompetitif, efisiensi biaya, dan inovasi berkelanjutan.
Melalui inisiatif ini, DANA menegaskan bahwa masa depan daya saing industri Indonesia akan sangat ditentukan oleh kecepatan dan kualitas adopsi AI. Dengan sinergi pemerintah, industri, dan ekosistem teknologi, AI diyakini dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru yang memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global.