Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza Masuk Kalender Nasional Kemenpar
SURABAYA, 7 FEBRUARI 2026 – Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua event andalan, Festival Rujak Uleg dan Parade Bunga Surabaya Vaganza, resmi lolos dalam daftar 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang masuk kalender Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kualitas penyelenggaraan event di Surabaya telah memenuhi standar nasional.
“Pada tahun sebelumnya kami hanya mengajukan satu event karena adanya pembatasan. Tahun ini pembatasan sudah tidak ada, sehingga dua event diajukan sekaligus dan alhamdulillah keduanya lolos kurasi,” ujar Herry dalam siaran pers Pemkot Surabaya.
Herry menjelaskan, proses kurasi KEN tidak hanya menilai kreativitas dan inovasi konsep acara, tetapi juga manajemen penyelenggaraan, termasuk pengelolaan risiko dan tata kelola massa. Setiap event dituntut memiliki perencanaan matang serta strategi antisipasi jika terjadi kendala di lapangan.
Selain itu, aspek lingkungan serta dampak ekonomi, sosial, dan budaya juga menjadi perhatian utama. Event dinilai harus mampu menarik wisatawan, memiliki strategi promosi yang kuat, serta membangun kolaborasi lintas sektor.
Masuknya Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza ke dalam kalender KEN memberikan keuntungan besar dari sisi promosi. Kedua event tersebut akan mendapat dukungan promosi dari Kemenpar RI melalui berbagai kanal media nasional, sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai destinasi wisata berbasis event.
Dari sisi ekonomi kreatif, penyelenggaraan event ini turut menggerakkan UMKM dan industri kreatif. Surabaya Vaganza, misalnya, mendorong perputaran ekonomi lintas daerah melalui kebutuhan bunga yang dipasok dari wilayah lain seperti Batu dan Bandung.
“Artinya, satu event di Surabaya tidak hanya berdampak bagi kota ini, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah lain,” jelas Herry.
Dampak positif lainnya terlihat pada meningkatnya okupansi hotel, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, serta perputaran ekonomi di sektor dekorasi, tata rias, penyewaan kostum, pencahayaan, hingga jasa kreatif lainnya.
Pemkot Surabaya menargetkan kedua event ini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan, khususnya pada bulan Mei saat festival digelar. Pemerintah kota optimistis jumlah wisatawan dapat meningkat sekitar 10–20 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Dengan naiknya kunjungan wisatawan, perputaran ekonomi kota juga diharapkan ikut terdongkrak,” kata Herry.
Ia menegaskan, penyelenggaraan event di Surabaya tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan dirancang sebagai daya tarik wisata yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza bukan hanya perayaan budaya dan kreativitas, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal bagi warga Surabaya dan sekitarnya,” pungkasnya.
Foto : dok. Humas Pemkot Surabaya