Jatim Optimalkan Penanganan Erupsi Semeru Lewat Operasi Modifikasi Cuaca
SURABAYA, 30 NOVEMBER 2025 — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempercepat penanganan dampak erupsi Gunung Semeru dengan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama BNPB, BMKG, dan Puspenerbal Juanda.
Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi cuaca ekstrem yang berisiko memperburuk kondisi di kawasan terdampak.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa operasi ini telah berjalan sejak Rabu (26/11) dan dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (30/11). Hingga Sabtu (29/11), total 9 sorti telah diterbangkan menggunakan Pesawat Cessna Caravan C208 Reg. PK-SNM.
“Kegiatan untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem ini terus kami maksimalkan,” ujar Khofifah di Surabaya.
Pada empat hari pelaksanaan, OMC dilakukan dengan dua sorti pada Rabu dan Kamis, tiga sorti pada Jumat, serta dua sorti pada Sabtu. Setiap sorti menaburkan 1.000 kg bahan semai, sehingga total 9 ton telah digunakan—terdiri dari 3 ton NaCl dan 6 ton CaO.
Sejumlah wilayah menjadi target penyemaian, mencakup perairan selatan Jatim, selatan dan barat Malang, serta area barat daya dan utara Gunung Semeru. Pada Sabtu, operasi fokus pada wilayah barat Malang dan utara Semeru.
Khofifah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem selama musim hujan. “Cuaca ekstrem disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur. Saya meminta masyarakat berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah,” pesannya.
Operasi ini diharapkan dapat meminimalkan risiko lanjutan akibat erupsi Semeru sekaligus mendukung percepatan pemulihan di daerah terdampak.