Peluang Bisnis Waralaba Kian Menggiurkan, Investor Diminta Selektif
SURABAYA, 30 NOVEMBER 2025 – Minat masyarakat terhadap bisnis waralaba terus meningkat, seiring dorongan pemerintah untuk memperluas jumlah wirausaha nasional yang saat ini baru mencapai 3,1 persen.
Targetnya, Indonesia bisa menembus minimal 10 persen agar lebih kompetitif sebagai negara maju. Kondisi inilah yang membuat sektor waralaba dipandang sebagai jalur cepat bagi calon pengusaha pemula.
Direktur Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI, Septo Soepriyatno, menilai peluang bisnis waralaba sedang berada pada momentum ideal.
Menurutnya, kemitraan usaha yang sudah memiliki standar operasional siap pakai memberikan keuntungan bagi investor baru, terutama dari sisi efisiensi, pembinaan, serta akses branding yang lebih kuat.
Namun Septo menegaskan bahwa tingginya minat harus dibarengi dengan kehati-hatian. Banyak brand mengaku siap diwaralabakan, tetapi belum memiliki legalitas lengkap.
“Pastikan brand sudah memiliki STPW (Surat Tanda Pendaftaran Waralaba). Jangan terburu-buru tertarik kemasan menarik atau janji balik modal tidak masuk akal,” ujarnya. Ia mengingatkan proyeksi keuntungan super cepat—3 hingga 5 bulan—biasanya tidak realistis.
Ketua Umum Himpunan Kemitraan dan Peluang Usaha Indonesia (HIKPI), Djoko Kurniawan, mengungkapkan bahwa tidak semua brand yang tampil di pasar sudah siap menjadi waralaba.
Karena itu, calon pengusaha disarankan memilih franchise yang memiliki rekam jejak jelas dan terdaftar resmi di Kemendag. “Cari logo Waralaba Terdaftar sebagai tanda keamanan,” katanya.
Djoko menilai peluang usaha yang berkembang kini semakin beragam: mulai dari F&B, edukasi, permainan, sampai usaha padat teknologi dan material inovatif. Ia menambahkan, HIKPI juga rutin memberi edukasi gratis kepada UMKM untuk memperkuat kualitas brand lokal, khususnya di Jawa Timur yang pertumbuhan ekonominya stabil.
Kesempatan lain datang dari sektor BUMN. Kolaborasi dengan Pertamina membuka peluang besar bagi calon pebisnis untuk mendapatkan lokasi strategis di area komersial SPBU—tempat yang aliran pengunjungnya stabil.
Tak sedikit brand besar yang memanfaatkan lokasi SPBU untuk ekspansi, seperti Coffee Kenangan, Apotek Kimia Farma, hingga Indomaret.
Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menilai bisnis franchise kian diminati karena menawarkan sistem yang mudah direplikasi bagi pemula. Meski demikian, ia tetap menekankan pentingnya uji kelayakan mitra bisnis agar pelaku usaha tidak terjebak pada skema yang tidak kredibel.