Tren Pernikahan di Korsel Melonjak, Tertinggi Sejak Tiga Dekade

photo

Seoul, Sabtu 03 Januari 2026- Generasi muda Korea Selatan yang sebelumnya cenderung menghindari komitmen serius kini mulai mengubah pandangan mereka terhadap pacaran dan pernikahan

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Data dan Statistik pada hari Kamis (1/1), angka pernikahan di seluruh negeri menunjukkan pemulihan yang signifikan selama dua tahun berturut-turut setelah sempat terpuruk selama masa pandemi

Statistik menunjukkan bahwa jumlah pernikahan sempat turun ke angka 191.690 pada tahun 2022. Namun, tren tersebut berbalik dengan kenaikan 1% pada tahun 2023, dan kemudian melonjak drastis sebesar 14,8% menjadi 222.412 pada tahun 2024

Data terbaru hingga Oktober tahun lalu juga menunjukkan pertumbuhan konsisten sebesar 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya

Lonjakan sebesar 14,8% ini tercatat sebagai kenaikan paling tajam sejak pemerintah mulai mengumpulkan data statistik terkait, sekaligus menjadi peningkatan terbesar dalam lebih dari tiga dekade terakhir

Perubahan fenomena ini tidak hanya terlihat pada data pemerintah, tetapi juga dirasakan oleh sektor swasta. Duo, sebuah perusahaan perjodohan lokal, melaporkan rekor tertinggi dengan 1.192 pernikahan yang berhasil diatur pada tahun 2024. Angka ini terus merangkak naik selama empat tahun berturut-turut sejak mencapai titik terendahnya pada tahun 2020

Koo Jeong-woo, seorang profesor dari Universitas Sungkyunkwan, menilai bahwa persepsi kaum muda tentang pernikahan dan memiliki anak mulai pulih setelah mencapai titik nadir

Menurutnya, generasi muda saat ini semakin menyadari risiko psikologis dari hidup menyendiri, termasuk masalah kesehatan mental

Selain itu, dukungan kebijakan pemerintah serta perubahan sosial yang lebih luas turut menjadi faktor pendorong utama yang membuat pernikahan kembali menjadi pilihan hidup bagi kaum muda di Korea Selatan

sumber: The Korea Herald